Waspada Phishing dan Pharming, Diskominfo Makassar Ingatkan Warga Lindungi Data Pribadi

NavigasiKreatif.com, MAKASSAR — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar melalui Lontara+ mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman keamanan di ruang digital, termasuk phishing dan pharming.

Kedua modus tersebut sama-sama dapat membahayakan keamanan data pengguna, tetapi memiliki cara kerja yang berbeda. Karena itu, masyarakat perlu mengenali karakteristiknya agar dapat lebih berhati-hati ketika menerima pesan, membuka tautan, maupun mengakses situs di internet.

Bacaan Lainnya

Phishing merupakan modus yang dilakukan dengan cara menyamar sebagai pihak terpercaya untuk memancing pengguna agar memberikan data pribadi atau informasi penting.

Modus tersebut biasanya dilakukan melalui tautan palsu, email, atau pesan yang dibuat menyerupai komunikasi resmi dari pihak atau layanan tertentu. Pengguna kemudian diarahkan untuk mengeklik tautan yang dapat membawa mereka ke halaman yang berisiko terhadap keamanan data.

Untuk menghindarinya, masyarakat diimbau tidak terburu-buru mengeklik setiap tautan yang diterima. Sumber pesan dan keaslian tautan perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan.

Sementara itu, pharming merupakan modus yang mengarahkan pengguna ke situs palsu meskipun pengguna merasa telah mengakses situs yang benar. Pengalihan tersebut dapat terjadi tanpa disadari oleh pengguna.

Secara sederhana, phishing lebih banyak mengandalkan upaya memancing pengguna untuk mengeklik tautan atau memberikan informasi. Sementara pharming mengarahkan pengguna ke situs yang keliru sehingga berpotensi membuat data yang dimasukkan jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab.

Melalui edukasi Lontara+, Diskominfo Makassar mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa alamat situs sebelum memasukkan data pribadi, kata sandi, atau informasi penting lainnya.

Kewaspadaan menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan saat beraktivitas di internet. Masyarakat juga diharapkan tidak mudah percaya terhadap pesan, tautan, maupun halaman situs yang terlihat mencurigakan.

Dengan memahami perbedaan phishing dan pharming, masyarakat dapat meningkatkan kehati-hatian serta menjaga keamanan data pribadi saat menggunakan layanan digital.

Cek sumbernya, jangan asal mengeklik tautan, dan pastikan alamat situs benar sebelum memasukkan data. Bijak bermedia digital, aman berselancar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *