Sidak Puskesmas Jongaya, Appi Soroti Kebersihan dan Perintahkan Pembenahan

NavigasiKreatif.com, MAKASSAR — Di tengah kabut asap yang berpotensi memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Namun, saat meninjau Puskesmas Jongaya di Jalan Andi Tonro, Kelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Jumat (16/10/2026), Appi justru menemukan kondisi lingkungan yang jauh dari harapan.

Bacaan Lainnya

Di fasilitas kesehatan yang semestinya menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat tersebut, Appi mendapati area di belakang puskesmas, tepatnya di sekitar pintu belakang, terlihat kumuh.

Saluran pembuangan air yang tampak kotor serta pakaian yang dijemur di dekat pintu belakang menjadi perhatian orang nomor satu di Kota Makassar itu.

Temuan tersebut langsung memantik reaksi tegas Appi. Ia menilai kebersihan lingkungan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele, terlebih di fasilitas pelayanan kesehatan yang setiap hari menjadi tempat masyarakat mencari pertolongan medis.

“Ini fasilitas kesehatan, kebersihan lingkungan harus diperhatikan. Jangan di dalam saja, semuanya dijaga kebersihan,” imbuh Appi.

Menurutnya, di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dan potensi gangguan pernapasan, kebersihan lingkungan puskesmas harus menjadi perhatian utama.

Tidak hanya kesiapan tenaga medis dan ketersediaan obat-obatan yang perlu dipastikan, tetapi juga kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan layak bagi pasien maupun petugas.

Appi pun langsung memanggil petugas dan kepala puskesmas untuk memberikan teguran agar kondisi tersebut segera ditindaklanjuti.

Ia mengingatkan bahwa fasilitas kesehatan harus mencerminkan komitmen terhadap kebersihan dan kesehatan, bukan justru memperlihatkan lingkungan yang terabaikan.

“Tolong dibersihkan, terlihat jorok. Jangan dibiarkan kondisi seperti itu, karena akan menambah penyakit,” tutur Wali Kota.

Saat melanjutkan peninjauan, Appi kembali menyoroti kondisi area belakang puskesmas yang dinilainya tidak semestinya dibiarkan dalam keadaan kumuh.

“Saya lihat kondisi tidak bisa begitu, puskesmas tempat pelayanan kesehatanlah. Kalau bangunannya jorok, bagaimana mau bersih, bagaimana mau sehat?” tanya Appi.

Ia meminta agar kondisi tersebut segera dibenahi dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Area belakang puskesmas harus ditata kembali agar kebersihan dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga.

“Saya minta untuk diperhatikan, untuk cepat mengantisipasi ini, menangani kondisi ini. Saya tidak mau lagi lihat yang di belakang itu. Dibongkar aja,” tegasnya.

Meski demikian, Appi menjelaskan bahwa area yang digunakan sebagai tempat istirahat masih dapat dimanfaatkan sepanjang kebersihan dan penataannya tetap diperhatikan.

“Tidak apa-apa ada yang inap untuk tempat istirahat, tapi harus bersih dong,” tambahnya.

Bagi Appi, pelayanan kesehatan yang maksimal tidak cukup hanya diukur dari kecepatan tenaga medis menangani pasien. Kondisi bangunan dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan yang sehat, nyaman, dan layak bagi masyarakat.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pengelola puskesmas di Makassar agar tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kesehatan akibat kabut asap, tetapi juga memastikan lingkungan fasilitas kesehatan senantiasa terawat dan bersih.

Pada kesempatan itu, Appi juga meminta seluruh puskesmas di Kota Makassar meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kesehatan menyusul potensi kasus ISPA akibat kabut asap dan penurunan kualitas udara.

Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Makassar harus sigap menangani warga yang mengalami keluhan gangguan pernapasan.

Kesiapan tenaga medis, pelayanan pasien, hingga ketersediaan fasilitas pendukung menjadi perhatian penting di tengah kondisi udara yang masih perlu diwaspadai.

“Waspada terhadap penyakit ISPA ini ada di beberapa puskesmas. Tadi kita melihat beberapa pasien datang dengan keluhan seperti ISPA, ini kita minta kesiapan Puskesmas,” jelasnya.

Ia berharap seluruh puskesmas di Makassar dapat memberikan pelayanan secara maksimal agar masyarakat yang membutuhkan penanganan medis segera mendapatkan pertolongan dan menjalani pengobatan dengan baik.

Menurutnya, fasilitas kesehatan pemerintah harus benar-benar siap menjadi tempat masyarakat memperoleh layanan ketika mengalami gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

Selain memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, Appi juga mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan masker sebagai langkah pencegahan.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi udara menunjukkan perbaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Walaupun tadi dari BMKG kondisinya membaik dibandingkan hari-hari kemarin, kita tetap harus waspada. Ini penting untuk menjaga kesehatan bersama,” tutur politikus Partai Demokrat tersebut.

Ia menjelaskan bahwa perubahan arah angin menjadi salah satu faktor yang perlu terus diperhatikan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya kabut asap kiriman ke wilayah Makassar.

Karena itu, kewaspadaan tidak boleh berkurang meskipun kondisi udara mulai membaik. Appi juga menyebut adanya sejumlah kasus ISPA berdasarkan akumulasi laporan yang diterimanya.

Namun, ia belum menyampaikan angka pasti jumlah kasus ISPA di Kota Makassar. Ia meminta agar data tersebut dikonfirmasi lebih lanjut kepada masing-masing puskesmas.

“Kasusnya lumayan, ada beberapa dari hasil akumulasi. Di setiap puskesmas mungkin nanti saya minta konfirmasi,” katanya.

“Kita berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan milik pemerintah kota apabila mengalami keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan,” lanjut Appi menutup keterangannya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *