NavigasiKreatif.com, MAKASSAR — Pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming di lingkungan sekolah menjadi salah satu upaya untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan dunia pertanian kepada peserta didik sejak dini. Pemanfaatan lahan sekolah secara produktif diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang hijau, edukatif, dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., mengunjungi lokasi urban farming di UPTD SPF SMPN 30 Makassar, Jalan BTP, Kecamatan Tamalanrea, Senin (19/10/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau pengembangan kegiatan pertanian perkotaan di lingkungan sekolah.
Melalui kunjungan tersebut, pemanfaatan lahan sekolah menjadi perhatian sebagai sarana pembelajaran di luar kelas. Area pertanian sekolah dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan budidaya tanaman, memahami proses pertumbuhan tanaman, serta meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Aulia Arsyad menilai pengembangan urban farming di sekolah memiliki potensi untuk mendukung pendidikan lingkungan sekaligus memperkenalkan sektor pertanian kepada generasi muda. Keterlibatan peserta didik dalam kegiatan budidaya tanaman dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung dan membantu mereka memahami peran pertanian dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pemanfaatan lahan sekolah secara optimal merupakan langkah positif untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus menghadirkan kegiatan pembelajaran yang bermanfaat bagi peserta didik.
Pengembangan urban farming di lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjadi sarana edukasi agar peserta didik mengenal pertanian sejak dini. Melalui praktik langsung, siswa dapat mempelajari proses budidaya tanaman, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan, sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan.
Pengenalan pertanian kepada generasi muda juga penting untuk membangun pemahaman mengenai sumber pangan, proses produksi, dan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, peserta didik dapat mengenali hubungan antara kegiatan pertanian, ketersediaan pangan, dan kehidupan masyarakat.
Selain itu, kegiatan urban farming memberikan pemahaman bahwa pertanian tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang tepat, lahan terbatas di kawasan perkotaan, termasuk di lingkungan sekolah, dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya tanaman yang produktif.
Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Perkuat Ketahanan Pangan
Pengembangan urban farming di lingkungan pendidikan memiliki manfaat dalam membentuk kebiasaan positif bagi peserta didik. Kegiatan menanam, merawat, dan mengamati pertumbuhan tanaman dapat menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Keberadaan tanaman di lingkungan sekolah juga dapat menciptakan suasana yang lebih asri dan nyaman. Lahan yang tersedia dapat dikembangkan menjadi area hijau yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memiliki fungsi edukatif dan produktif.
Dalam konteks ketahanan pangan, pengenalan budidaya tanaman sejak usia sekolah menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya ketersediaan pangan. Peserta didik dapat belajar mengenali sumber bahan pangan, memahami proses produksinya, serta mengetahui pentingnya pemanfaatan sumber daya secara bijak.
Pembelajaran pertanian melalui praktik langsung juga diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Dengan pendekatan tersebut, pertanian dapat diperkenalkan sebagai bidang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pemanfaatan ruang perkotaan secara produktif melalui pengembangan berbagai kegiatan pertanian perkotaan. Penerapan urban farming di sekolah menjadi salah satu pendekatan yang mengintegrasikan pendidikan, kepedulian lingkungan, dan pengenalan ketahanan pangan.
Dorong Pengelolaan Urban Farming yang Berkelanjutan di Sekolah
Kunjungan ke lokasi urban farming UPTD SPF SMPN 30 Makassar diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap pengembangan pertanian di lingkungan pendidikan. Keberlanjutan kegiatan ini memerlukan keterlibatan pihak sekolah, tenaga pendidik, peserta didik, serta dukungan dari berbagai pihak terkait.
Pengelolaan yang konsisten menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan urban farming dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga sekolah. Perawatan tanaman secara rutin serta pemanfaatan lahan yang sesuai dengan kondisi lingkungan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan tersebut.
Melalui pembelajaran yang berkelanjutan, urban farming berpotensi menjadi media pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi di kelas dengan praktik di lapangan. Peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung sekaligus mengembangkan pemahaman mengenai budidaya tanaman dan pelestarian lingkungan.
Siswa juga dapat diperkenalkan pada penggunaan air secara bijak, pengelolaan media tanam, pemeliharaan tanaman, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pengetahuan tersebut membantu mereka memahami bahwa keberhasilan budidaya tanaman membutuhkan proses, ketekunan, dan pengelolaan yang berkesinambungan.
Kunjungan yang dipimpin Aulia Arsyad ini merupakan bagian dari upaya mendorong pengembangan pertanian perkotaan di Kota Makassar, termasuk melalui pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai ruang edukasi bagi generasi muda.
Ke depan, pengembangan urban farming di sekolah diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang pertanian, memperkuat budaya peduli lingkungan, serta mendukung pengenalan ketahanan pangan sejak dini.
Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal, sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, memahami pentingnya ketersediaan pangan, dan memiliki kesadaran untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Pengembangan pertanian perkotaan di lingkungan sekolah tidak hanya berorientasi pada hasil budidaya, tetapi juga pada pembentukan karakter, peningkatan pengetahuan, dan penanaman nilai-nilai keberlanjutan. Melalui kegiatan ini, pendidikan pertanian diharapkan semakin dekat dengan kehidupan peserta didik dan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran pangan serta lingkungan sejak dini.






