NavigasiKreatif.com, MAKASSAR — Antrean untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Makassar tidak hanya terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Warga juga mulai mengantre di Pertamini dan penjual BBM eceran yang berada di kawasan permukiman maupun sekitar warung.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian masyarakat karena antrean muncul di berbagai titik. Jika sebelumnya antrean panjang lebih banyak terlihat di SPBU, kini warga juga mendatangi titik penjualan BBM skala kecil yang selama ini menjadi salah satu alternatif untuk memperoleh bahan bakar.
Pantauan di sejumlah lokasi menunjukkan kendaraan roda dua dan roda empat ikut mengantre. Di beberapa titik, antrean bahkan terbentuk hingga beberapa kendaraan dan membuat warga harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan BBM.
Antrean di Pertamini kawasan Perumnas BTP, Makassar, dilaporkan terjadi pada Rabu malam, 9 September 2026. Sementara pada Kamis malam, 10 September 2026, antrean BBM kembali terlihat di Pertamini kawasan Jalan Kakatua.
Bukan Sekadar Persoalan SPBU
Meluasnya antrean BBM hingga Pertamini dan penjual BBM eceran membuat masyarakat mempertanyakan penyebab kondisi tersebut. Apakah antrean hanya dipicu oleh meningkatnya permintaan atau terdapat persoalan lain dalam rantai pasokan dan distribusi BBM?
Ketika masyarakat mulai mencari BBM ke sejumlah titik penjualan alternatif, antrean pun berpotensi berpindah dan muncul di lokasi lain. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan BBM perlu dilihat secara menyeluruh.
Situasi ini juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Warga yang membutuhkan BBM untuk bekerja, berdagang, mengantar anak sekolah, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari harus meluangkan waktu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar.
Pemerintah dan Pertamina Diminta Beri Penjelasan
Kondisi antrean BBM di Makassar diharapkan segera mendapat penjelasan dari pihak terkait, terutama mengenai ketersediaan stok, distribusi BBM hingga tingkat SPBU, serta kondisi pasokan pada titik penjualan BBM yang menjadi pilihan masyarakat.
Masyarakat juga membutuhkan informasi yang jelas mengenai penyebab antrean agar tidak muncul kepanikan atau pembelian BBM secara berlebihan.
Jika stok BBM dinyatakan aman, masyarakat tentu berharap ada penjelasan mengenai kondisi di lapangan yang masih menunjukkan antrean panjang di sejumlah lokasi, termasuk Pertamini dan penjual BBM eceran.
Publik berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat segera mengurai persoalan tersebut sehingga masyarakat kembali memperoleh BBM secara normal tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean.
Antrean BBM yang meluas hingga Pertamini dan warung menjadi perhatian masyarakat. Kondisi ini perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi ketersediaan stok, tetapi juga distribusi dan peningkatan permintaan BBM di Makassar.





