SPMB 2026: Disdik Makassar Imbau Orang Tua Tak Paksakan Anak Masuk Sekolah Tertentu

NavigasiKreatif.com, MAKASSAR – Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengimbau para orang tua agar tidak memaksakan anaknya masuk ke sekolah tertentu dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya minat masyarakat terhadap sejumlah sekolah yang dianggap favorit, terutama pada jenjang SMP.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut kerap menyebabkan penumpukan pendaftar di beberapa sekolah, sementara sekolah lain justru masih memiliki kuota yang belum terisi.

Berdasarkan ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kuota rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD maksimal 28 siswa.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, jumlah siswa dalam satu rombel dibatasi maksimal 32 siswa.

Ketentuan tersebut menjadi acuan utama dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru di setiap daerah, termasuk di Kota Makassar.

Penambahan kuota di luar batas tersebut tidak diperkenankan karena berpotensi melanggar aturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Selain itu, kebijakan menambah jumlah siswa dalam satu kelas di luar ketentuan juga dapat berdampak pada menurunnya kualitas proses belajar mengajar.

Ruang kelas yang melebihi kapasitas akan membuat proses pembelajaran menjadi kurang efektif, baik dari sisi interaksi guru maupun kenyamanan siswa.

Achi Soleman menegaskan bahwa sistem penerimaan telah disusun berdasarkan daya tampung masing-masing sekolah.

Ia meminta para orang tua agar lebih bijak dalam memilih sekolah dan tidak hanya berfokus pada nama besar atau status sekolah favorit.

“Yang penting orang tua tidak memaksakan kehendak untuk masuk sekolah tertentu,” ujar Achi Soleman di Kantor Dinas Pendidikan, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, fenomena memilih sekolah favorit masih menjadi tantangan utama setiap tahun ajaran baru.

Ia mencontohkan, jumlah pendaftar di sekolah tertentu dapat mencapai ribuan orang, jauh melampaui kapasitas yang tersedia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *