NavigasiKreatif.com, MAKASSAR – Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar terus memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan berbasis perkotaan melalui pengembangan Urban Farming Terintegrasi. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan dan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi urban farming di tiga kelurahan pada Senin, 24 Agustus 2026.
Tiga lokasi yang menjadi sasaran peninjauan yakni Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala; Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang; dan Kelurahan Labuang Baji, Kecamatan Mamajang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., didampingi lurah serta Ketua RT/RW setempat.
Dalam arahannya, Aulia Arsyad menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus mendorong pengembangan konsep Urban Farming Terintegrasi sebagai salah satu strategi memanfaatkan lahan perkotaan secara produktif.
Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya berfokus pada budidaya sayuran, tetapi juga dapat dikembangkan melalui sektor peternakan, perikanan, budidaya maggot, hingga pengolahan sampah organik yang saling terintegrasi.
“Urban Farming Terintegrasi ini kita dorong agar lahan-lahan sempit di perkotaan tetap bisa produktif. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, kegiatan ini juga dapat menjadi sumber ekonomi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih,” ujar Aulia.
Ia menjelaskan, pengembangan urban farming memiliki sejumlah tujuan, antara lain mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkotaan, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Aulia juga mengapresiasi peran aktif pemerintah kelurahan dan masyarakat yang telah mengembangkan berbagai inisiatif urban farming di wilayah masing-masing. Ia berharap kolaborasi antara dinas, pemerintah kelurahan, dan masyarakat terus diperkuat sehingga program tersebut dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami ingin Urban Farming di Makassar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar produktif, mampu menopang ekonomi keluarga, dan menjadi contoh pengelolaan lingkungan perkotaan yang baik,” tambahnya.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Makassar mewujudkan kota yang mandiri pangan, produktif, dan berwawasan lingkungan.





