DPP Makassar Matangkan Pembangunan Edufarm Barombong dan Sudiang, Fokus Perkuat Urban Farming Terintegrasi

NavigasiKreatif.com, MAKASSAR – Dinas Perikanan dan Pertanian (DPP) Kota Makassar menggelar ekspose perencanaan penimbunan kawasan Barombong serta pembangunan Edufarm di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sudiang dan BPP Barombong. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Makassar Government Center (MGC), Jumat (31/7/2026), ini menjadi langkah strategis untuk mematangkan tahapan pembangunan kawasan pertanian perkotaan yang terintegrasi.

Ekspose dipimpin oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., serta dihadiri Kepala Bidang Pertanian, Tim Pendamping Hukum Polda Sulawesi Selatan, Tim Pendamping Teknis Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Konsultan Perencanaan.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut, seluruh peserta membahas sekaligus menyelaraskan aspek perencanaan, teknis, dan penataan kawasan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala DPP Kota Makassar, Aulia Arsyad, menegaskan bahwa sinergi dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama sebelum pekerjaan fisik dimulai. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Pembangunan Edufarm Barombong dan BPP Sudiang merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat konsep Urban Farming Terintegrasi sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Kawasan ini dirancang menjadi pusat edukasi pertanian modern yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, perikanan, budidaya maggot, pengolahan sampah organik, hingga pengembangan wisata edukasi berbasis pertanian perkotaan.

Melalui ekspose teknis tersebut, DPP Kota Makassar berharap proses pembangunan Edufarm dapat terlaksana secara terarah, terukur, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi pusat pembelajaran, peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan ekosistem urban farming di Kota Makassar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *