NavigasiKreatif.com, MAKASSAR — Dinas Perikanan dan Pertanian (DPPK) Kota Makassar terus mendorong pengembangan Urban Farming Terintegrasi sebagai salah satu upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Kegiatan Urban Farming Terintegrasi yang digelar di Ruang Rapat Kantor Sementara Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Senin (14/9/2026).
Rapat dipimpin Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., dan dihadiri Kepala Bidang Pertanian bersama jajaran staf Bidang Pertanian.
Dalam rapat tersebut, jajaran DPPK Makassar membahas pengembangan konsep urban farming yang mengintegrasikan sejumlah sektor dalam satu sistem pengelolaan yang saling mendukung.
Integrasi tersebut mencakup sektor pertanian, peternakan, perikanan, budidaya maggot, hingga pengelolaan sampah organik.
Konsep ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan secara lebih produktif di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menciptakan pola pengelolaan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Melalui integrasi antarsektor, limbah dari satu kegiatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan lainnya. Salah satunya melalui pengelolaan sampah organik yang dapat dimanfaatkan dalam budidaya maggot, kemudian mendukung kebutuhan dalam sistem pertanian maupun peternakan.
DPPK Makassar menilai pengembangan Urban Farming Terintegrasi menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan perkotaan. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungannya.
Pengembangan program secara terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, mengoptimalkan lahan yang tersedia, serta menciptakan sistem pangan perkotaan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya DPPK Makassar dalam menyusun langkah pengembangan Urban Farming Terintegrasi agar pelaksanaannya dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan pendekatan yang menghubungkan pertanian, peternakan, perikanan, budidaya maggot, dan pengelolaan sampah organik, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pemanfaatan lahan perkotaan yang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan Kota Makassar.






