DLH Makassar Kenalkan Reverse Vending Machine, Botol Plastik Bekas Bisa Bernilai Ekonomi

NavigasiKreatif.com, MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus mendorong masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik. Salah satu inovasi yang diperkenalkan yakni Reverse Vending Machine (RVM) yang memungkinkan botol plastik bekas memiliki nilai ekonomi.

Melalui mesin tersebut, masyarakat dapat menyetorkan botol plastik bekas untuk kemudian dikonversi menjadi MS Point melalui aplikasi MallSampah. Poin yang terkumpul selanjutnya dapat ditukarkan menjadi e-money sesuai dengan mekanisme penukaran yang tersedia.

Bacaan Lainnya

Kehadiran RVM menjadi salah satu upaya mendorong kebiasaan memilah dan menyetorkan sampah dari sumbernya. Botol plastik yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sampah dapat dikumpulkan dan dikelola kembali melalui sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi.

DLH Makassar mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari kebiasaan sederhana dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai guna sampah yang dihasilkan sehari-hari.

Untuk menggunakan RVM, masyarakat cukup membawa botol plastik bekas, kemudian mengikuti tahapan penukaran yang tersedia pada mesin dan aplikasi MallSampah. Proses tersebut menjadi salah satu cara sederhana bagi warga untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Saat ini, Reverse Vending Machine dapat ditemukan di sejumlah lokasi di Kota Makassar, yakni Kantor Balai Kota Makassar, Kantor DLH Makassar, dan Makassar Creative Hub Nusantara.

Pemanfaatan RVM diharapkan dapat memperkuat budaya pemilahan sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun sistem ekonomi sirkular.

DLH Makassar juga mengajak warga memulai kebiasaan memilah sampah dari rumah. Botol plastik bekas tidak harus berakhir sebagai sampah, tetapi dapat dikumpulkan dan disalurkan melalui fasilitas yang tersedia agar memiliki manfaat lebih lanjut.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari semangat #MulaiDariRumah, bahwa perubahan dalam menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *