Munafri Arifuddin Tinjau Urban Farming KWT Berlian Berkah, Perkuat Ketahanan Pangan di Tamangapa

NavigasiKreatif.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Dinas Perikanan dan Pertanian (DPP) Kota Makassar melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Urban Farming Kelompok Wanita Tani (KWT) Berlian Berkah di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, pada Selasa, 2 September 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong pengembangan pertanian perkotaan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Urban Farming dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan di tengah kawasan perkotaan.

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., jajaran DPP Kota Makassar, serta Camat Manggala. Kehadiran jajaran pemerintah tersebut menunjukkan komitmen Pemkot Makassar dalam mengawal pengembangan program ketahanan pangan hingga tingkat kelurahan.

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau langsung perkembangan Urban Farming yang dikelola KWT Berlian Berkah. Peninjauan mencakup pemanfaatan lahan, budidaya berbagai jenis sayuran, hingga pengelolaan hasil pertanian yang dilakukan oleh anggota kelompok.

Pemanfaatan lahan secara produktif menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam pengembangan Urban Farming di Kota Makassar. Lahan yang tersedia di lingkungan permukiman diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Wali Kota Munafri Arifuddin mengapresiasi semangat anggota KWT Berlian Berkah yang mampu memanfaatkan lahan perkotaan untuk kegiatan produktif. Menurutnya, keterlibatan masyarakat melalui kelompok tani menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun ketahanan pangan dari lingkungan terkecil.

Urban Farming Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan

Melalui pengembangan Urban Farming, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia di lingkungan masing-masing. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.

Pemkot Makassar menilai Urban Farming memiliki peran strategis dalam beberapa aspek, antara lain:

  1. Mendukung ketersediaan pangan lokal dengan mendorong masyarakat memproduksi kebutuhan pangan, khususnya sayuran, dari lingkungan sekitar.
  2. Membuka peluang ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan hasil panen untuk kebutuhan keluarga maupun pengembangan usaha.
  3. Mendukung penghijauan lingkungan perkotaan sekaligus menjadi media edukasi masyarakat mengenai pentingnya pertanian dan ketahanan pangan.

Kepala DPP Kota Makassar, Aulia Arsyad, menambahkan bahwa pihaknya akan terus memberikan pendampingan kepada kelompok-kelompok tani di Kota Makassar. Pendampingan tersebut meliputi aspek teknis budidaya, penyediaan bibit, pengelolaan tanaman, hingga pengembangan dan pemasaran hasil pertanian.

Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan aktif masyarakat, pengembangan Urban Farming diharapkan dapat semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi warga. KWT Berlian Berkah di Tamangapa juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lainnya untuk mengembangkan pertanian perkotaan sesuai potensi wilayah masing-masing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *