NavigasiKreatif.com, MAKASSAR — Dinas Perikanan dan Pertanian (DPP) Kota Makassar terus mendorong pengembangan urban farming terintegrasi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan di kawasan perkotaan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi kegiatan urban farming di Kota Makassar, Senin (12/10/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., didampingi lurah serta ketua RT/RW setempat. Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi KT Ikatan Pemuda Pemudi RRI di Kecamatan Tamalate, KWT Mulia Farming di Kecamatan Mariso, KWT Mappala Jaya RW 12, serta KWT RW 6 di Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini.
Dalam kegiatan tersebut, DPP Kota Makassar memperkenalkan konsep Urban Farming Terintegrasi, yakni pengembangan pertanian perkotaan yang menggabungkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, budidaya maggot, dan pengolahan sampah organik dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan pertanian perkotaan. Selain menghasilkan produk pangan, integrasi berbagai sektor tersebut juga membuka peluang pemanfaatan limbah organik menjadi sumber daya yang bernilai guna.
Melalui pendekatan ini, pengelolaan sampah organik dapat menjadi bagian dari sistem pertanian yang berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya didorong untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun pola pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan mendukung kemandirian pangan.
Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar terus mendorong pengembangan Urban Farming Terintegrasi di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat. Program ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pertanian perkotaan yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan menuju Makassar Mulia.






